While, after pouring my self into some oblivions, I'll permit the readers encountering my precious remembrances which will talk about this year's annual field camp of Geodesy and Geomatics Engineering, Bandung Institute of Technology in a collaboration with Sumatera Institute of Technology. (P.S. Deny the snapshot I post above; I began to solicit my sanity into that verdure-pine-wildwood)
Foremost, I'd like to say sorry for those-a bunch of people-who had been waiting the documentation of Kegiatan Kemah Kerja 2015 for so long. I apologise for being too late to post our portraitures, nevertheless, thank you to Jebros for freely upload them to his personal social media. I owe you one. Well, let's start; A 14 days voyage of mapping Mount Masigit Kareumbi!
Jebros, sang Ketua Kemker 2015 waktu masih belum diet.
[Start swapping languages; from English to Bahasa Campur-Campur]
Jadi kegiatan Kemah Kerja (shortened as Kemker) ini merupakan salah satu mata kuliah wajib Semester 6 untuk Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, persiapannya udah dimulai sejak awal perkuliahan Semester 6 dengan pemilihan ketua beserta dengan kadiv-kadiv nya serta tentunya pembagian kelompok beserta dengan daerah pemetaannya. Kebetulan juga Jebros si Ketua Kemker meminta bantuan gue buat jadi Kadiv Dokumentasi, dan baiklah karena kerjaan dari dulu dokum-lagi-dokum-lagi akhirnya gue bersedia dengan ditambah juga jadi desainer grafis buat pensuasanaan Kemker ini. Dimulai dari pembuatan logo, pembuatan desain baju Kemker, pembuatan spanduk, pembuatan sayembara selfie praktikum Kemker, pembuatan teaser (Belum) Kemah Kerja, dokumentasi kegiatan, dan yang paling seru tentunya pembuatan propaganda jenaka karya teman-teman kecintaanku.
Dari awal mata kuliah Kemker dimulai aja gue udah deg-degan, terutama pemilihan kelompok "Wah gausah ditanya!" jadi pemilihannya ini berdasarkan sistem kocok yang bener-bener acak, ya jadi cuman modal bismillah dan senyum-senyum manja aja biar bisa sekelompok sama orang-orang yang sejalan dan seirama. Dimulai dari Kelompok 1... Ya dari awal disebut nama anggotanya aja udah ketauan "Ini kelompok pasti kelompok underdog" some might say ini kelompok yang bakalan paling bangor, ya tapi emang bener, isinya aja ada Eja, Acho, Gerry, Hafiz, Biyyu, Alex (bener lah ya dikit), Daffa (tapi dia akhirnya move ke kelompok lain) dan ga lama tersebut lah nama... G U E (ok) dan ya beklah satu Pilotis ketawa karena isi kelompoknya emang ga-ada-yang-bener. Setelah itu tersebutlah lagi nama Ifa, Hanjeng, dan Ajeng (well ini emang sangat kebetulan, campur tangan Tuhan), maka perkenalkan kami Kelompok 1 si Kelompok Pemberani (they said). Kata orang-orang sih disuruh sabar karena keliatannya bakalan underdog, tapi kenyataannya way too different! Ini kelompok praktikum paling asik yang pernah gue temuin, dan bersyukur banget sama campur tangan Tuhan yang membuat gue bakalan sama mereka terus selama nanti di Kareumbi.
H-1 berangkat Kemah Kerja harus desain 18 propaganda-propaganda gemay.
Singkat cerita mari kita click the fast-forward button,
Kareumbi itu dingin dan tak bersinyal. Tapi ternyata kalau jalan sedikit ke arah portal sinyal XL berceceran bisa dipake buat sms dan nelfon sama anak-anak tiap sore kalau pulang habis ngukur (gue, penghuni tetap portal; biasa deh buat nelfon Alif wqwq). Hari pertama dateng di Kareumbi adalah survey dan pembuatan (sembari masang) patok, gue kebagian survey bersama sebagaian anak-anak lain. Belum apa-apa hari itu pas mau pulang kita udah nyasar sampe gelap, udah komat-kamit aja gue ketakutan karena lewatin Bamboo Trail yang makin lama makin spooky dan makin foggy. Tapi ga jadi nyasar kok untungnya, wk. Oiya, to be announced, jadi di Kareumbi emang ga bakal deh ditemuin mini market yang biasa kita jumpain di kota, tapi gausah khawatir karena Kareumbi membuka 24 hours Starbucks dan Coffee Toffee! Jangan pikir ini sama kaya yang biasa kita liat di kota, ini hanyalah sebuah warkop yang menyuplai gizi anak-anak kelaparan berupa Indomie dkk, Milo dkk, dan Roti Ganja kesukaan anak-anak yang sebenernya bikin tenggorokan gatel abis dimakan (paling mantap dicocol pake Nutella; bekas nyolong dari kulkas rumah). Bicara soal makanan, entah catering apa yang dipake Kareumbi tapi semua makanan tiap pagi-siang-malam enak dan lezat tiada tara (dan gratis, Kemker is so f*vcking free tidak dipungut biaya!), yang memaksa gue buat jaga deket tempat makan sapa tau ada ayam atau daging nyisa (watir pisan lu Dah) alhasil pulang Kemker makin gendats, yha :')
Pengukuran di minggu pertama adalah Kerangka Dasar Vertikal dan Kerangka Dasar Horizontal, di sini gue volunteering jadi PJ KDV buat Kelompok 1. Awalnya rada pusing dan gemes karena harus ngulang dan ternyata beda tinggi sama kelompok sebelah beda jauh banget sampe meter, alhasil dengan dedikasi tinggi dan rasa ingin membantu dari Kelompok 1 akhirnya kesalahan ditemukan dan berhasil sampai orde centimeter! Terima kasih sahabat-sahabat Kelompok 1 yang ga pernah ninggalin gue ngolah data KDV di Starbucks ditemani sama humor-humor receh dan logat Kelompok 1 yang jadinya dipake satu penghuni Kemker, haha aku rindu lucu banget :') Tiap pengukuran pasti punya cerita sendiri buat tiap harinya, makanya kadang rugi kalau harus dapet giliran piket dan ga ngukur sama kelompok soalnya ada aja ceritanya, mulai dari kotak musik Polem sang asisten yang kita jarah tiap mau ngukur, Ifa yang digerayangin sama Bunglon sampe ada video nya (dan jadi peliharaan kelompok gue, dikasih nama tapi gue lupa namanya siapa), Hanjeng yang di bully terus sampe panik wkwk Hanjeng si DJ muslimah tiap sore request lagu Avenged Sevenfold via Kareumbi FM buatan anak-anak di Handy Talky, tebak-tebakan Kareumbi dari HT, kelompok sebelah sahabat Kelompok 1, nari-nari ga jelas di hutan kerjaan Gerry sama Hafiz, gue yang bolak-balik Medik dari hari pertama jidat gue kepentok kayu lalu dilanjutkan ketusuk duri-duri bambu sampai menangis serta lecet jari kaki ampe harus diperban terakhir gatel-gatel dan selalu diserang sama lebah/tawon karena baju cucian nyokap gue wanginya nempel (plus sampo rambut gue yang wanginya tahan lama bikin makin dikejar air force itu), Acho si Ayam Bali, Alex yang panikan plus objek bully terbesar, apalagi ya gue ga bisa sebutin satu-satu saking banyaknya :') (baper deh kan kangen haha).
Si Gerry gendats perut Nutrijel coklat bergelambir pemakan segala, makanan gue juga ikutan dimakan.
Kasihan, itu lagi nyanyi lagu bikin sakit kepala. Lebay banget sampe jatoh ke semak-semak heu :')
Pusing buat presentasi, Kadiv KDV-nya tidur pake kacamata (terus?)
Mendekati minggu kedua semua terasa begitu cepat, lebih seneng lagi karena ditengokin Alif seharian bahaha kampung deh gue (konsekuensinya harus nerima diceng-cengin para asisten sama Pak Teguh juga heuu nangis ga deng ga nangis) dan dibawain makanan kota beserta kaleng-kaleng Bear Brand Malt sehingga Alif pun dijuluki kurir Bear Brand sama temen sekelompok gue, gapapa yang penting kenyang~ Untuk Pengukuran Detail Situasi akhirnya daerah pemetaan ditukar tapi untungnya Asisten Polem Baik Hati tidak ditukar, kelompok gue kedapetan di seksi yang katanya seram namun tetap kesayangan. Daerah seksi kelompok gue itu literally ditutupin sama hutan-hutan pinus yang bagus banget, ada sungai bersih sekali biasa dipake buat istirahat, camping ground luas, jembatan kayu buat berteduh kalau hujan, dan jalanan besar dekat pula dari basecamp (bersyukur dapet seksi pengukuran selalu paling deket dari basecamp). Di daerah camping ground deket jembatan itu ada jalan kecil yang biasa kita pake buat gelar ponco sambil tiduran liatin pohon pinus dari bawah plus nyetel lagunya Sigur Rós satu album dan makan makanan yang bisa dimakan. Bahkan si Hafiz saking gamau ketinggalan momen Kareumbi, dia akhirnya memutuskan berenang di sungai walaupun hujan tetep aja diterjang (padahal itu mimpi gue banget pengen mandi di crystal clear water cem-cem Kinfolk gitu hix hix).
Kelompok 1 Kelompok Pemberani paling disayang se-semesta alam.
Spot tidur paling asik sambil liat video Ifa digerayangin bunglon.
Saking semangatnya, formulir pengukuran detail kejebur sungai lalu dijemur hingga kering.
Gue. Ngangkang. Selalu. Chaikal. Kepo.
#lovewins
Singkat cerita lagi gue gabisa cerita lagi wkwk saking banyaknya moment-moment selama dua minggu tersebut; ada sesi latihan nembak tapi gue kabur karena gabisa denger suara dentuman besar kaya gitu, ditengokin senior-senior dari 2011 sampe 2009 ada yang dateng, dibawain coklat beserta makanan Indomaret sama Polem, keramas dipancuran wudhu tiap pulang ngukur (selalu, untung gapake kerudung jadi mempercepat mobilisasi mandi dan antrian tentunya), bawa-bawa ember sendiri buat mandi, bawa my shining-shocking-pinky-suitcase jadi berasa Nicki Minaj bawa koper cem begitu (kalau kata anak-anak sih ketauan siapa orangnya kalau diliat dari kopernya yang rempong cem begitu...), makan Indomie goreng double telor plus cengek di Coffee Toffee, dengerin kultum anak-anak laki abis solat maghrib, berlindung dibalik sarung tiap malem beserta bandana penutup mata buat tidur (percayalah dengan modal sarung aja itu lebih hangat dibanding kalian pake jaket tebel-tebel di Kareumbi), tidur bersama Sahabat Pepes empel-empelan saking sempitnya tapi jadinya malah anget kan wkwk, nelfon curi-curi di portal, ditengokin Alif dua kali (yang terakhir tiba-tiba banget w ampe kaget tapi seneng bahaha), main bola si Chuslul kecebur ke sungai buat ngambil bola padahal bolanya nyangsang di semak-semak heu kasian tapi lucu, lomba centering levelling dan bidik sudut heboh banget, dimarahin Pak Agoes, nge-dance gerakan EXID Ah Yeah (gue ampe sekarang gabisa yang gerakan kaki itu), makan malem terakhir di Kareumbi super mantap ga terlupakan beserta iringan Celempung warga Kareumbi wqwq, teteh-teteh dan akang-akang medik yang jadi sahabat gue karena kerjaannya bolak-balik terus ngabisin Betadine gegara luka-lecet-ketusuk, temen-temen Kelompok 1 yang seru dan super baik banget dengan semua humor dan gelak tawanya makasih banget, Asisten Polem yang bareng kita terus sampe ikutan sakit dan tumbang, temen-temen Geodesi dan ITERA yang meninggalkan cerita-cerita angkatan yang lucu-lucu dan curhatan-curhatan colongan yang bakalan jadi kenangan banget, dosen-dosen dan semua warga Kareumbi plus Desa Cigumentong yang sudah meluangkan waktunya untuk kami yang bangor-bangor ini, dan untuk Kareumbi yang baik yang mau menerima kami di sana selama dua minggu.
Teh Isna, teteh medik kesayangan dari hari pertama sampe terakhir selalu ada ngurusin gue :')
Sahabat medik. Dikit-dikit masuk medik, dikit-dikit nginep di medik. (Sebagian ada yang cuman numpang foto wqwq)
GD37 pose bobo imut (lagi)
Tim Supporting Kemker; Dana Usaha, Perizinan, Dokumentasi, Acara, dan Kesehatan.
Terima kasih asisten-asisten Kemker yang kadang rese tukang ceng-cengin, tapi ini ga full team deng.
Kerja di lapangan emang rempong, apalagi metain hutan, apalagi yang metain rempong juga kaya gue. Karena rindu emang ngebekas, tapi kalau disuruh ulang lagi sih gue gamau hahaha. Terima kasih banyak ya Kemah Kerja, walau bikin kulit kering-hitam-dan-kusam (ditambah bekas kebakar Ekskursi Hidrografi di Pulau Pramuka seminggu sebelumnya) akhirnya memberikan memori yang bisa disimpan dan diceritakan kembali mungkin nanti di saat kami tidak muda lagi. Adios!
P.S. Maafin kalau resolusi fotonya ga bagus, karena langsung nyolong dari Facebook.

























No comments:
Post a Comment